Tembakau Merubah Ekonomi Masyarakat Rensing Bat
RENSING BAT_Tembakau bagi Masyarakat Desa Rensing
Bat bagaikan urat nadi, Kanapa tidak, sudah puluhan tahun Masyarakat Desa
Rensing Bat bergelut menanam tembakau untuk mendapatkan uang untuk kebutuhan hidup
baik kebutuhan hidup sekala besar maupun kecil. seakan tidak bisa di hilangkan
dari kehidupan di setiap tahunnya.
Sebagai contoh, Banyak masyarakat Rensing Bat
yang secara signifikan derajat Ekonominya meningkat dengan sebab menanam
tembakau. Tidak di nafikan lagi, ketelatenan dalam menanam dan memperoduksi
tembakau yang berkualitas bagi masyarakat Desa Rensing bat sudah tidak bisa di
ragukan lagi. Pembanngunan diri dalam peningkatan ekonomi dengan bermodalkan hasil
dari produksi tembakau sudah menjadi lumrah dan pemandangan lazim bagi Masyarakat
Desa Rensing Bat.
Pembangunan Rumah permanen oleh sebagaian besar
masyarakat petani Rensing Bat misalnya, semua dari hasil penjualan tembakau,
Pembanguanan Masjid juga tak lepas dari sumbangan masyarakat dengan cara urunan
di setiap tahunnya. Panitia pembangunan Masjid membuat sistem Kelas untuk
pembangunan masjid yang sebelumnya di setujui lewat musyawarah masyarakat. Besar
Jatah Setiap kepala keluarga tergantung dari penghasilan yang di dapat.
“Harga tembakau kering yang melonjak membuat
masyarakat Desa Rensing Bat tidak mau berubah dari tembakau ke tanaman lain,
selain padi tembakaulah harapan satu-satunya yang dapat merubah dan dapat
memenuhi keinginan saat ingin memiliki sesuatu,” seperti yang di ceritakan
salah satu warga asal Dusun Lepok yang tak ingin namanya di sebut saat di temui
di rumahnya sore kemarin.
Banyak masyarakat Deswa Rensing Bat di sebabkan
hasil dari penjualan tembakau bisa menunaikan ibadah haji, dari peninjauan di masyarakat
desa, 80 % masyarakat desa Rensing Bat menunaikan ibadah haji ke Tanah suci
makkah buah hasil dari penjualan temakau, sedikit saja masyarakat yang bisa
naik haji dari hasil pekerjaan lainnya, termasuk masyarakat yang merantau ke
luar negeri.
Harga tembakau kering di tahun 2017 lalu mencapai
Rp. 3.800.000 perkuintal membuat hati petani lain tergiur untuk banyak-banyak
menenam tembakau.Lahan penenaman tembakau di Desa Rensing Bat dari
tahun-ketahun selalu mengalami peningkatan, petani bukan saja menanam di areal
perkebunan desa, melainkan menanam di luar desa dengan cara menyewa lahan ber
hektar-hektar. Seperti yang dilakukan H.Gapur asal dusun Lepok, Tahun 2017 kemarin,
H.Gapur menanam 2 hektar lebih, sedangkan untuk tahun ini hampir 3 hektar, seperti
ceritanya saat bincang-bincang sore bersamanya di sawahnya sore kemarin.
Antusias masyarakat petani Rensing bat dalam
menanam tembakau sudah tidak di ragukan lagi, semua sawah di desa Rensing Bat
ketika masuk musim tembakau akan penuh tak tersisa, semua isinya adalah tembakau.


Comments
Post a Comment